Hubungan Mekanisme Koping dengan Tingkat Stres pada Penyintas COVID-19 di Surakarta
DOI:
https://doi.org/10.61142/psnpm.v1.100Abstract
Angka sembuh atau penyintas COVID-19 mencapai 97,5%. Namun, penyintas COVID-19 merupakan kelompok yang rentan mengalami stres. Hal ini diakibatkan efek pandemi seperti banyaknya korban jiwa, masa karantina, hingga kesulitan ekonomi. Oleh karena itu, diperlukan strategi koping untuk mengatasi efek kurang menguntungkan dari stres dan beradaptasi terhadap perubahan yang bersifat insidental. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara mekanisme koping dengan tingkat stres pada penyintas COVID-19 di Surakarta. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi adalah seluruh penyintas COVID-19 yang berada di wilayah Surakarta sebanyak 404 orang. Pengambilan sampel dengan teknik purposive sampling. Alat pengumpul data menggunakan kuesioner Jalowiec Coping Scale dan Perceived Stress Scale-10. Analisis data yang dilakukan adalah univariat dan bivariat dengan uji Chi Square. Hasil penelitian ini didapatkan p value 0,815 yang artinya tidak terdapat hubungan yang signifikan antara mekanisme koping dengan tingkat stres pada penyintas COVID-19 di Surakarta. Kesimpulan dari penelitian ini adalah tingkat stres penyintas COVID-19 dipengaruhi oleh banyak faktor lain seperti ekonomi, dukungan sosial, kondisi fisik, serta lingkungan.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2023 Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.





