Intensifikasi Ladang Melalui Optimasi Cadangan Air Kelompok Tani Sri Gading Desa Gadingkulon
DOI:
https://doi.org/10.61142/psnpm.v3.272Keywords:
Cadangan air, Gadingkulon, LadangAbstract
Lahan pertanian di Desa Gadingkulon, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang terdiri atas lahan basah atau persawahan dan lahan tadah hujan atau ladang. Lahan persawahan relatif aman terhadap suplai air, namun lahan ladang kesulitan memperoleh air saat musim kemarau sehingga aktivitas pertanian terbatas. Pada kegiatan pengabdian ini, sasaran penerima manfaat adalah petani jeruk yang menggunakan ladang. Tujuannya untuk meningkatkan sistem cadangan air di ladang petani jeruk, meningkatkan efisiensi pengisian tandon air, serta pendampingan kelola air yang adil. Kegiatan terealisasi melalui tiga aktivitas utama, yaitu perakitan alat sedot yang kuat untuk mengalirkan air pada elevasi 70% sepanjang 200 m, pipanisasi dari embung ke tandon transit dan ke lahan pertanian, serta distribusi air ke kelompok tani menggunakan sistem bioflok. Kegiatan ini membuktikan bahwa pendekatan tersebut menjadi solusi nyata bagi petani jeruk dalam mengatasi irigasi saat musim kemarau, serta menunjukkan bahwa edukasi teknis, pembangunan sarana sederhana, dan pendampingan lapangan mampu mendorong perubahan paradigma petani dari pasif menjadi aktif dan mempercepat adopsi teknologi. Program ini diharapkan berkelanjutan dengan dampak jangka panjang berupa peningkatan produktivitas jeruk dan ketahanan pertanian lokal.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.





