Analisis Tingkat Pengetahuan Masyarakat Terhadap Penggunaan Media Sosial Sebagai Social Branding Kesenian Topeng Jabung Malang
DOI:
https://doi.org/10.61142/psnpm.v1.99Abstract
Desa Jabung dikenal memiliki ikon seni yaitu kesenian Topeng Jabung. Kesenian ini juga telah terkenal hingga ke kancah Internasional. Pada tahun 1970-an seringkali kesenian ini hadir pada acara ritual desa, hajatan, bersih desa, ulang tahun desa serta Suroan. Pada tahun 1988 hingga pada tahun 2000-an cahaya kesenian Jabung mulai redup karena tokoh dan pewaris utama kesenian yaitu Mbah Kansen meninggal. Hal ini juga diperparah adanya COVID 19, yang berdampak pada memudarnya eksistensi kesenian topeng Jabung Malang, serta akibat kecanggihan teknologi saat ini, banyak masyarakat muda di Desa Jabung yang memlih bermain gadgetnya dibanding melesatrikan seni Topeng. Solusi untuk mengatasi masalah ini, Tim Pengabdian Masyarakat adalah bertujuan untuk menghidupkan dan melestariakan potensi seni Budaya Jabung. Jenis penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian Deskriptifuantitatif. Dalam pengumpulan data ini, tim menggunakan metode penyebaran kuasioner, dan wawancara terhadap kelompok seni topeng Jabung Malang. Temuan utama dalam Program Pengabdian Masyarakat adalah 60% masyarakat desa belum mengetahui tentang penggunaan media social sebagai langkah Social Branding sesuai dengan tujuan Desa. Kesimpulannya bahwa banyak masyarakat yang belum mengetahui penggunaan media sosial sebagai cara social branding kesenian Topeng Jabung Malang.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2023 Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.





